Data Sampah Sisa Makanan di Institut Teknologi Bandung Tahun 2025

Mengapa Food Waste Harus Menjadi Perhatian Bersama?

Setiap hari, ribuan porsi makanan disajikan di kantin, kafetaria, dan berbagai kegiatan akademik di lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB). Di balik aktivitas tersebut, terdapat tantangan yang sering kali luput dari perhatian, yaitu sampah sisa makanan (food waste). Makanan yang tidak habis dikonsumsi bukan hanya menjadi persoalan kebersihan, tetapi juga mencerminkan pemborosan sumber daya seperti air, energi, lahan, dan biaya produksi pangan.

Data Sisa Makanan Tahun 2025

JANUARI
560,00
FEBRUARI
345,70
MARET
216,00
APRIL
204,00
MEI
330,66
JUNI
658,30
JULI
741,60
AGUSTUS
530,00
SEPTEMBER
710,80
OKTOBER
855,00
NOVEMBER
797,00
DESEMBER
540,00
0,00100,00200,00300,00400,00500,00600,00700,00800,00900,00

SISA MAKANAN (KG)

BULAN SISA MAKANAN (KG)
JANUARI 560,00
FEBRUARI 345,70
MARET 216,00
APRIL 204,00
MEI 330,66
JUNI 658,30
JULI 741,60
AGUSTUS 530,00
SEPTEMBER 710,80
OKTOBER 855,00
NOVEMBER 797,00
DESEMBER 540,00
Total 6.489,06

Sumber data: Direktorat Sarana, Prasarana dan Sistem Informasi ITB 2025

Berdasarkan data Direktorat Sarana, Prasarana dan Sistem Informasi ITB tahun 2025, jumlah sampah sisa makanan yang dihasilkan dari kantin kampus mencapai 6.489,06 kilogram dalam satu tahun atau rata-rata sekitar 17,8 kilogram per hari. Volume tertinggi terjadi pada bulan Oktober sebesar 855 kg, sedangkan yang terendah terjadi pada bulan April sebesar 204 kg.

Angka tersebut menunjukkan bahwa food waste kampus masih menjadi isu yang perlu mendapatkan perhatian serius. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah makanan akan berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Di sisi lain, makanan yang terbuang sesungguhnya masih memiliki nilai ekonomi dan potensi pemanfaatan yang besar.

Lebih jauh lagi, upaya pengurangan food waste juga sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) Nomor 2: Zero Hunger, yang bertujuan mengakhiri kelaparan, meningkatkan ketahanan pangan, dan mendorong sistem pangan yang berkelanjutan. Kampus sebagai pusat pendidikan dan inovasi memiliki peran strategis dalam mencontohkan praktik konsumsi yang bertanggung jawab sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

Sistem Pemilahan dan Pengumpulan Sampah Makanan Terpusat

Salah satu tantangan utama adalah tercampurnya sampah makanan dengan sampah lainnya. Karena itu, di Kampus ITB telah disediakan wadah sampah terpilah terutama di kantin yaitu:

  • Tempat sampah khusus Sisa Makanan.
  • Tempat sampah Daur Ulang.
  • Tempat sampah Guna Ulang.
  • Tempat sampah Residu

Pengelola kantin bekerja sama dengan Direktorat Sarana dan Prasarana untuk membuat sistem pengumpulan harian yang terintegrasi. Manfaatnya antara lain:

  • Mempermudah proses pengolahan.
  • Mengurangi kontaminasi sampah.
  • Meningkatkan kualitas hasil kompos maupun pakan larva BSF (Black Soldier Fly).